Tuesday, 2 April 2019

Mengukur Tingkat Inteligensi

Tingkat kecerdasan seorang anak yang ditentukan secara metodik oleh IQ intelligentia quotient, memegang peranan penting dalam suksesnya anak dalam belajar. Kalau menurut kitab "Ta'limul Muta'alim" disebut dengan istilah dzaka ذكاء , yang berarti kecerdasan atau intelegensia.
Diantara faktor yang paling mempengaruhi tingkat kecerdasan adalah garis keturunan(genetika). Kalau menurut istilah dalam kitab kuning disebut dengan istilah nasab. Maka tidak mengherankan jika dalam riwayat-riwayat hadist rasulullah SAW menjadikan nasab sebagai salah satu aspekyang harus dipertimbangkan dalam masalah mencari pasangan. Hal ini diperkuat lagi selain faktor gizi yang cukup, menurut penelitian para ahli daya tangkap ilmu sangat dipengaruhi oleh genetika yang dibawa dari ayah dan ibu.
IQ atau daya tangkap ini dianggap tidak berubah sampai seseorang dewasa. Kecuali bila ada sebab-sebab yang menyebabkan kemunduran fungsi otak seperti sifat tua, kecelakaan dan lain-lain. IQ yang tinggi memudahkan seorang pelajar dalam menangkap dan memahami ilmu. Daya tangkap yang kurang merupakan penyebab kesulitan belajar pada seorang pelajar , disamping faktor-faktor laun seperti gangguan fisik ( demam, lemah, sakit-sakitan) dan gangguan emosional.
Secara dini untuk bisa mengetahui tingkat IQ seorang anak adalah pada saat ia mulai pandai mengolah kata dalam berbicara. Memang benar agaknya ada hubungan antara kemampuan berbahasa dan IQ si anak. Apabila ada anak yang tingkat IQ nya bagus ketika sudah mulai masuk sekolah, maka dengan segera ia mulai menguasai bahasa (kata-kata) dan perbendaharaan kata-katanya mulai banyak. Para ahli menetapkan rumus kecerdasan umum sebagai berikut :

Usia mental anak
_________________ × 100= IQ
Usia sesungguhnya

Kita ambil contoh pada anak usia 4 tahun mempunyai kecerdasan seperti anak usia 5 tahun dan ini disebut usia mental. Dengan demikian IQ anak tersebut adalah 5/4 ×100= 125. Interpretasi atau penafsiran IQ adalah sebagai berikut : 

Genius .................. 140 keatas
Sangat super ........ 120 - 140
Super .....................110 - 120
Normal .................... 90 - 110
Bodoh ...................... 80 - 90
Perbatasan .............. 70 - 80
Moron (dungu) ........ 50 - 70
Imbecile ................... 25 - 50
Idiot (cacat otak) ....... 0 - 25

Usia mental biasanya ditentukan oleh suatu serial test, dimana test dari Stanford Binet adalah yang paling terkenal. Istilah hampir-hampir genius banyak digunakan oleh psikolog pada anak-anak usia dini sampai tiba saatnya kelak anak tersebut dewasa dan memperlihatkan kebolehanya untuk menggunakan IQ di atas 140 dan dengan demikian berhak mendapat julukan Genius.